Cerita Dinda

just a small piece of my mind

Project 2012

Time flies.

Baru kemarin rasanya merayakan tahun baru di rumah mertua beserta para ipar tahu-tahunya sekarang kita sudah dibulan Februari.

31 hari di bulan Januari seperti terlewati tak berbekas.

Seperti janji di post terakhir, saya tidak punya resolusi apa-apa tahun ini.Tidak punya resolusi yang saya tahu bahwa setiap tahun resolusi itu diucapkan tapi tidak pernah tercapai. Resolusi-resolusi seperti: saya mau diet, saya harus lebih berhemat dan saya harus ini itu tidak akan ada lagi.

Yang ada di tahun ini adalah Project 2012. Ya, tahun ini saya menyebutnya bukan sebagai resolusi, tapi sebagai project yang harus fokuskan untuk saya kerjakan.

Project 2012:

1. Setelah 1tahun saya settling down di kantor baru, tahun ini saya bersama suami ingin fokus untuk mengembangkan business keluarga yang sudah cukup lama tidak terurus. Kami akan mencoba untuk mengembalikan business travel ini berkembang.

2. Bukan serakah ingin mencoba semua business, tapi di tahun ini pulak saya menemukan partner baru untuk melanjutkan business pakaian anak2 yang sempat terbengkalai. Semoga kali ini business pakaian anak2 ini dapat berjalan dengan lancar.

3. Randy tahun ini akan berulang tahun yang ke 2 dibulan Juli nanti. Dia akan mulai masuk playgroup dan belajar bersosialisasi. Semoga dari sini saya bisa jeli melihat interest dia ada pada bidang apa.

4. Baby R no. 2. Ini terus terang bukan project saya pribadi, tapi project Tuhan juga. Namun belajar dari pengalaman sulit mendapatkan Randy, saya sudah harus kembali fokus pada kekurangan2 saya dalam perihal kesehatan. Selain itu juga dalam mempersiapkan Randy dalam prosesnya nanti.

So, itulah 4 project saya tahun ini. To be honest project no 1 dan 2 will take a lot of effort and time. So its going to be a challenge for project no 4. Tapi saya yakin, semuanya dengan niat yang tulus dan kerjakeras serta restu dari yang kuasa pastinya tidak akan sia-sia.

Time is priceless. Tidak ada waktu terbuang sia-sia.

 

No Comments »

December

Everytime December comes, I always say to myself “Wow, December already!”. Sebenarnya ungkapan itu hanya semerta-merta untuk menegaskan bahwa setiap kali sampai di bulan December banyak banget yang gue pengenin belum kesampean. And I’m totally blaming myself for it. *selftoyorapplieshere*

Setiap awal tahun gue selalu merasa keren karena punya resolusi, tapi di setiap akhir tahun gue selalu merasa gagal karena gue gak pernah bisa achieve my own resolution. So, intinya apasih? Intinya I always fail in managing my own expectation. Apa yang membuat gue merasa lebih sedih adalah, sebagai seorang Project Manager gue diharapkan untuk mampu me-manage other’s expectation dalam sebuah project. Sebagai seorang Project Manager seharusnya gue bisa me-manage target dan timeline dengan baik. But I can’t apply any of those yet fully in myself.

If looking back to the beginning of the year, I started quite well actually. Sebagai seorang ibu yang baru punya bayi pertama dan bekerja di perusahaan baru, I conquer a lot of challenges (well, in my opinion anyway). Performing at my best at work with all new environment, new colleagues, new scope of work and balancing it out with being new a mother at home is quite something you know. Challenge dari ASIP management for my baby sampai experiencing being a middle-man amongst all business segments sudah gue lewatin tahun ini. Tapi, entah kenapa di detik ini gue masih belum merasa bahwa I’ve done enough this year. Sampai akhirnya gue berkesimpulan, bahwa I’ve set my goal too high sehingga gue merasa bahwa gue belum cukup “berdarah-darah” tahun ini. Lalu gue jadi merasa apa gue terlalu ambisius? Mungkin iya ya…

Terus terang, ini membuat gue sedikit down. Ketika things are not turning out as how I want them to be, i become bitter. Not only to myself but also toward others. When I’m trying so hard to achieve something but I can’t then I get disappointed to all the things that are not supporting me. Terkadang perasaan bahwa I’ve worked hard enough tapi kenapa masih begini juga membuat gue merasa kerdil.

I’m not blaming anyone here. I’m taking full responsibilty of it but I dunno how to fix this feeling.

Just one thing that I know for sure, there will be no resolution when January comes.   

No Comments »

My old blog

So out of the blue I received a comment from an anonimous person for my old blog.

When I saw the email, it somehow hit me that I do still have another existing blog that has been abandoned for quite sometime now (the last post was in 2007). Of course life has gone so far since then, but just for fun here is the my last old blog address: www.ceritanyadienda.blogspot.com.

Hopefully later I also will find my other “lost” blogs created ages ago and can be re-united here in my “last” blog..

Cheers

No Comments »

Blessing in disguise

Hari ini adalah hari Sabtu terakhir dari cuti panjang gue
selama periode Lebaran. Senin besok aktifitas sudah mulai kembali normal, yep
back to work on Monday. Jadi di luar 5 hari libur/cuti bersama, gue ambil
tambahan 8 hari cuti – so in total I’ve been off work for 2.5 weeks now. Ini
semua karena para assisten rumah pada mudik dan minta ijin untuk pulang selama
2 weeks. Si suster alasannya karena sudah 2 tahun gak pulang, sedangkan si mbak
karena anaknya mau sunatan. So, dengan penuh pertimbangan gue ijinin mereka
pulang 2 minggu dengan perjanjian kembali on time tidak bisa mundur. Puji Tuhan,
si suster datang sehari lebih cepat. Seharusnya baru balik besok tapi dia hari
ini sudah sampai. Sedangkan si mbak sesuai perjanjian baru bisa balik hari Kamis
ini tanggal 15.

Walaupun habis cuti ini selesai gue jadi “miskin” cuti
karena cuti tinggal 3 hari tapi sumpah gue merasa puas banget selama 2.5 minggu
ini. Awalnya nyokap nawarin Infal buat suster untuk jaga Randy, tapi daripada
Infal suster akhirnya gue Infal PRT (itupun gak bisa selama periode yang diinginkan)
sedangkan Randy gue yang handle sendiri. So selama 2.5 minggu, gue benar-benar
gunain kesempatan ini untuk back to be a “full time” mom buat Randy and nothing
can beat this great feeling.

It feels so good untuk bisa nyiapin makan dia tiap hari,
coba-coba menu baru walaupun kadang gagal bahkan jadi alergi krn nyobain ikan
baru :D . Nemenin Randy main walaupun sampai keringetan karena he’s very active
(itung-itung ganti keringet krn gak bisa fitness hehehehe). Or sometimes just
to watch him fall a sleep itu rasanya nikmat and indah banget.

Walaupun kalau pada saat kerja, gue berusaha banget during
weekend untuk lakukan itu semua or during weekdays untuk bisa curi-curi waktu
agar bisa pulang cepat dan ngelonin Randy tapi this time rasanya benar-benar
beda. So yes, for me cuti lebaran kali ini benar-benar blessing in disguise for
me. Benar-benar gak nyesel mulangin si suster sama si mbak selama 2 minggu
lebih sedikit. Capeknya itu nikmat. Capeknya itu indah. Bolak balik udah
meriang, udah flu karena maybe sedikit lelah, tapi itu semua gak berasa. Gak
berasa karena in return gue bisa ngerasain indahnya jadi “full time” mom lagi
for my little Randy even though just for a little while J.

No Comments »

Hello world!

Yess… Hello world!

Its been a while since I last blog. Blogging was my hobby during my undergraduate study time. Stopped blogging when I had to come home and find it hard to get an internet connection back then to blog, so eventually I stop blogging. I did try couple of times since then, but obviously it didn’t last. This would be my other attempt, lets see how long it will last.

Just a small hint: this blog is only to release my writing urge, don’t expect a high quality post because its simply just a piece of my mind which could be complete crap ;)

Lets roll….

1 Comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.